Mungkin aku terlalu berharap lebih atas suatu sikap , norma dan etika dalam pergaulan. Aku selalu mengira bahwa tindakan tindakan over dalam sinetron itu hanyalah karangan orang yang benar benar berlebihan. Aku masih tidak bisa menyangka bahwa tindakan anak2 yang mengecoh, mempermalukan, menghina, mencibir, memojokkan, berkata buruk, berkata kotor itu benar benar ada, benar benar terjadi dalam dunia nyata. Apa aku terlalu berharap lebih, apa aku terlalu menutup mata dari keburukan dunia, kemunduran moral dan pendidikan dari orangtua kepada anak . Yaaa aku tahu tidak bisa berharap semua sempurna, apa yang kamu lakukan kepada anak mu belum tentu dilakukan oleh orangtua lain. Tapi tetap aku sempat shock melihat kenyataan bahwa kejadian kejadian di sinetron itu benar adanya dan menimpa anakku ..
Beberapa hari lalu Ghifari bangun tidur dalam keadaan panas tinggi, lalu dia menangis dan tiba tiba menceritakan kejadian di sekolahnya. Ghi memang baru saja menginjak kelas 1 SD, perubahan dari kelas yang lebih banyak main saat TK, menjadi kegiatan yang benar benar harus serius dalam belajar. Begitu juga dengan pergaulannya, biasa satu kelas hanya 20 orang, dengan posisi pembelajaran yang lebih santai, interaksi murid-guru lebih nyaman, duduk melingkar di karpet, bebas berekspresi, dan perhatian yang masih berlebih dari gurunya, namun saat ini dia harus duduk pada satu kursi masing masing, menatap satu kotak hitam di depan dengan guru yang menerangkan pelajaran apa yang dibahas. Tidak ada main main, tidak ada jalan jalan dikelas, semua adalah keseriusan. Semua perubahan dalam kurikulum tidak menjadi masalah bagi Ghi, namun yang lebih berat dirasakannya adalah masalah pergaulan.
Memiliki teman teman baru bagi Ghi memang tidak semudah orang lain mungkin. Dia butuh waktu lama untuk bisa masuk ke suatu komunitas. Biasanya dia lebih banyak diam , mendekati guru atau orang yang kira2 bisa dipercayanya. Saat masuk hari pertama sekolah, dia agak cepat adaptasi karena masih banyak teman teman TK nya yang juga masuk SD itu, jadi aku pikir tidak ada masalah dan aku tenang melepasnya sekolah.
Namun tangisan tulus pagi itu benar benar membuatku sedih, dia menangis tersedu dan mengadukan diri nya saat di sekolah. Dia telah dihina, diejek, dipojokkan sampai didorong dorong oleh teman2 nya, dikata katain oleh serombongan teman kelasnya, laki laki dan perempuan. Aku bertanya seperti apa ejekannya, semula Ghi tidak mau bercerita, dia hanya menangis karena sedih diejek ejek. Akhirnya setelah dibujuk untuk cerita dia bilang kalau dia diejek karena masih kecil, ga pantes jadi anak SD, giginya jelek, kulitnya jelek (memang ghi banyak bekas luka gigitan nyamuk dan bekas cacar). Mendengar itu aku sempat shock dan marah. Ingin rasanya langsung menghampiri serombongan anak itu dan mengajari mereka tentang sopan santun, namun ya itu bukan pemecahan masalah. Saat ini Ghi hanya butuh dukungan kepercayaan diri, dengan marah aku tidak akan memperbaiki keadaan , malah mungkin akan memperburuknya dan Ghi akan menganggap tindakan marahku adalah kebenaran. Akhirnya kami, aku dan bapaknya hanya memeluknya dan berkata bahwa tiada ada makhluk yang patut ditakuti, kita hanya boleh takut kepada Allah. Semua makhluk adalah ciptaan Allah, apa yang orang lain katakan , itu adalah karena mereka tidak mengerti dan tidak menghargai. Setiap makhluk memiliki kelebihan dan kekurangan, Apa yang menurut mereka kurang dari mas Ghi, belum tentu mereka memiliki kelebihan yang dimiliki mas Ghi. jangan terpacu pada kekurangan yang dilihat orang , tapi bertumpulah bahwa kekurangan itu tidak menjadikan kita lemah, tapi kekurangan itu akan kita buat semakin kecil dan kecil, hingga yang orang lain akan lihat adalah kelebihan kita. Caranya ya , mas Ghi ga usah membantah mereka, menyingkir saja, dan buktikan bahwa mas memiliki kelebihan yang belum tentu mereka punya. Tunjukan bahwa tubuh kecil mas Ghi tidak menjadikan daya ingat mas Ghi kecil juga, Mas kan jago menghapal hadist, buktikan kemampuan mas, mas udah bisa baca tulis dengan rapi, tunjukan bahwa tubuh kecil, dan kelemahan lain yang mereka sebutkan tidak mempengaruhi prestasi mas. Ga usah didebat, tapi cukup buktikan. Jika mereka memojokkan mas lagi, menyingkir dan dekati ustadzah. Sabar dan berdoa semoga teman teman mas Ghi menyadari kesalahannya.
Alhamdulillah dia mengerti dan menerima nasehat kami dengan baik, Dia tenang dan siap ke sekolah dengan ceria.
Dalam hatiku aku sedih dan heran, bukankah seharusnya pelajaran menghormati sesama harusnya menjadi dasar pendidikan akhlak bagi anak2 dirumah? Bukankah seharusnya setiap orangtua harusnya mendahulukan hal itu untuk diterapkan dan dimengerti oleh anak anaknya? Bagaimana mereka menghormati orangtua, menghormati pembantu di rumah, menghormati teman, tetangga, orang lain, binatang sekitar, bahkan bagaimana mereka harus juga menghormati barang milik mereka sendiri . Hal sederhana bukan ?? Apakah begitu sulit diterapkan, atau terlalu sibukah orangtua untuk dapat mengajarkan hal itu kepada anak anaknya.
Aku tidak mengajarkan yang sulit atau mendoktrin mereka dengan berbagai hal . Cukup dengan 3 kata, MAAF, TOLONG, TERIMAKASIH, itu cukup mewakili bagaimana kita mengajarkan anak untuk menghargai orang lain. Yang terpenting lagi adalah penjelasan siapa diri kita sebenarnya, bahwa kita adalah MAKHLUK ALLAH, setiap makhluk Allah adalah ciptaan ALLAH , dan setiap ciptaan Allah adalah sempurna di mata Allah. Kita harus menghormatinya, karena jelek dimata kita,belum tentu begitu peruntukkannya. Terlalu gamblangkah ?? aku ga merasa itu, anak anak mengerti dengan baik, dan mereka paham bahwa apapun bentuk ciptaan Allah, itu adalah ciptaan Allah, dan kita harus menghargainya.
Lalu jika ada anak yang masih berlaku kasar, bertindak tidak sopan kepada teman sebaya, siapa yang salah dalam hal ini ? Hmm ya ternyata tindakan2 over di sinetron itu memang nyata, smoga kita bisa mendidik anak anak kita kepada kebaikan, kebenaran, mampu menghargai orang lain, menghormati dan mencintai sesama dengan baik.
Smoga mas Ghi bisa kuat dan tegar, Ibu yakin kamu bisa.. karena dibelakang kelemahan kamu yang mereka sebutkan, masih banyak kelebihan yang mereka tidak miliki, setidaknya mas Ghi memiliki akhlak yang baik, mampu menghormati orang lain dan sekitar, dan mencintai semua ciptaan Allah...
No comments:
Post a Comment