"Bohong Kenapa?" ucapku sambil ngemil coklat
"Kan kemarin waktu mas Ghi bikin salah ke kaka, ibu nyuruh mas Ghi minta maaf dan nyium kaka, ternyata mas itu cuma minta maaf doang loh bu, tapi ga nyium kaka.. itukan bohong ya bu, soalnya mas bilang ke ibu katanya udah nyium kaka, padahal enggak loh bu..."putri curhat dengan semangat
"Mana mas Ghi, biar ibu tegur dia" .. wah seru nih, tapi kayaknya aku dah tau jawaban Ghi
"Mas Ghi....!!!! dipanggil ibu nih..., ibu nanya kenapa mas ga nyium emba kemarin ?" kedengeran suara kaka manggil ghi, tapi rupanya Ghi nolak ngomong sama aku, tapi terdengar suaranya dari jauh...
"GA MAU... !!! AKU GA MAU CIUM CEWE !! POKOKNYA AKU GA MAU CIUM CEWE TAU ..!!!!"
HAHAHA... ya gitu deh sekelumit kejadian dari penolakan Ghi kalo disuruh nyium cewe, even itu aku sendiri, ibunya. Untuk dapat mencium nya, aku terkadang harus menunggu dia tertidur, karena kalau dalam kondisi sadar pasti dia langsung ngabur...
Terkadang lucu ngeliat dia, dia suka ngintip2 seperti ingin diperhatikan atau ingin didekati, tapi pas kita mendekat, dia akan langsung menarik diri dan malu2. Jadi jangan harap deh ghi mau nyium orang yg baru dikenalnya, karena kita aja yg sodaranya dia paling anti. Aku suka nanya ke dia, Kenapa sih mas ga mau nyium bunda... dengan nyantai dia cuma jawab, biar bapak ama ade aja lah yg nyium bunda.. ghi kan laki2, malu atuhhh.... hehehhe...
Dari kecil Ghi emang lebih tertutup dibanding kakaknya, rasa percaya dirinya sebetulnya tinggi, hanya kalau kita terlalu fokus pada dia, maka dia serentak akan menguncup seperti bunga. Untuk beradaptasi dengan suatu lingkungan dia membutuhkan waktu yang lebih lama, tapi bila dia sdh dekat dan masuk ke lingkungan itu, semua akan baik2 saja.
Hal ini pernah aku diskusikan dengan abang, analisa kami adalah kemungkinan dia mendapat kurang perhatian dari aku, ibunya, mengingat jarak antara Ghi dan Maisaan cuma 1,5 th. Disaat dia butuh kasih sayangku, ternyata dia harus berbagi dengan adiknya dan disaat yg sama sang kaka sedang dalam masa2 temper tantrum yg parah, sehingga memang konsentrasiku saat itu tercurah untuk Putri dan Maisaan.
Namun hidup terus berlalu, aku tidak dapat membalikkan waktu yg sudah berlalu, dan penyelesaian terbaik bagi aku saat ini adalah meluangkan waktu khusus buat Ghi. Pertama2 aku lakukan, ternyata sulit sekali mendobrak ke gengsian-nya, dan betapa sulitnya merengkuh nya dalam pelukanku untuk sekedar mencari waktu untuk berbincang dengannya. Ghi lebih dekat ke bapaknya dan setiap kegiatan selalu bersama bapaknya. Sudah 1 tahun aku mencoba mendekatinya, ada sedikit perubahan, tapi still need time buat dia mempercayakan dirinya padaku.
Sering aku memergoki dia menatapku dan seakan ingin memelukku, aku tidak berani mengejutkannya krn dia pasti akan menjauh, tapi aku sudah cukup bahagia melihat tatapan sayangnya itu. walaupun tanpa cium dan peluk, dia sangat sayang pada calon adiknya, tiap malam dia selalu nyium perutku dan bermain dengan adik dalam perutku.
Yup... every child has their own character, dan tugasku untuk dapat menaklukan karakter itu tanpa harus mendikte dan memaksa. Mudah2an aku dapat membimbing anakku bukan menjadi apa yg aku inginkan, tapi menjadi apa jadinya mereka dengan pekerti dan cinta yang selalu kutebarkan untuk mereka...
I Love you Ghi...
Simpanlah ciumanmu untuk seseorang yang benar2 mencintai dan engkau cintai dengan sesungguhnya... Setidaknya Ibu masih bisa menciummu saat kau tidur.......
No comments:
Post a Comment