Friday, November 16, 2012

Sayang adik Mar 1, '12 9:50 PM

BRAKKKK !!! Terdengar suara keras dari kamar. Aku yang sedang asyik nonton pertandingan sepak bola di ruang tengah, terkejut sebentar. Suara keras itu mengiringi tangisan keras Fadhl yang menandakan suatu insiden baru saja terjadi. Bergegas aku menuju kamar, namun hanya sampai pintu untuk melihat apa yang terjadi.

Fadhl menangis dengan posisi membelakangi laci meja tidur yang jatuh. Sudah tau kisah singkatnya, dia pasti iseng bongkar laci dan menekannya, hingga laci yang sudah rapuh itu mudah terlepas dari rel nya. Aku hanya menatap wajah yang sedang menangis itu, tidak berekspresi lebih, cukup datar...

"tidak ada yang terluka ?" ucapku 

"huhuhu tidak sih bu , aku tidak sengaja bu, laci nya jatuh sendiri " dengan tangisan keras dia berusaha mengelak.
Aku palingkan tubuhku dan mengindahkan dia dengan tangisnya, lanjut nonton bola karena tidak ada yang terluka pun.
Aku sengaja bersikap seperti itu, dengan tujuan memberi sedikit pelajaran padanya, bahwa dia telah melanggar peraturan, apapun alasannya, dia telah salah dan harus membereskan apa yang telah dirusaknya.

Masih terdengar tangisan kerasnya. Tiba tiba, mas Ghi bangun dari duduknya dan melangkah menuju kamar. Terdengar samar dari luar adegan yang terjadi diantara mereka.

Ghi   : Ade kenapa , sudah jangan nangis ah, lelaki tidak menangis
Fadhl : Ade menjatuhkan laci ini, ade ga sengaja 
Ghi  : Kenapa ade mainin laci, kan ade lagi main di komputer ama bang ican
fadhl : iya, ade tau ade salah, tapi ade tidak tahu harus bagaimana.
Ghi : ya sudah, sekarang ade tidak menangis, dan mas akan bantu ade merapikan laci ibu. Setelah ini ade ke ibu dan minta maaf ya
Fadhl : iya mas, trimakasih ya..

--------

Dari luar aku merenungi apa yang terjadi. Dibalik kekerasan sifat Ghifari, dia begitu menyayangi adik2nya, dia akan melakukan apa saja untuk melindungi dan menjaga adiknya. Satu kejadian tadi semakin menambah kagumku padanya, bahwa dia tulus mencintai dan menyayangi adik2nya, berusaha menjadi pelindung yang baik bagi mereka.
 
Ghi, Fadhl , Ican batik sasirangan 

Kalau urusan berantem dan berdebat sih tetep... itu kan dunia mereka, mencari jati diri dengan berpegang pada pengetahuan mereka masing2, jadi adu ngotot itu udah biasa. Urusan debat ini biasanya kalo udah pada nonton bola, yang satu pegang si ini , yang satu pengen juga, trus rebut2an, ya gitu gitu deh. Atau saat yang satu lagi kumat isengnya, maka yang lain akan menjadi korban yang ga jarang akan berakhir dengan tangisan atau rengekan. Kalau begini, ibunya sengaja harus ikut campur, walau sekedar mengingatkan si anak yang kumat isengnya ini untuk menjaga diri dari menggoda yang kelewat batas. Biasanya sih cuma nyengir dan ga lama mereka semua akan kembali lagi bermain. 

Tapi Alhamdulillah nya belum pernah berantem fisik, kalo nyolek2 trus pura2 ketendang, pura2 ngedorong sih suka, tp biasanya berakhir ketawa2 lagi tuh. Kalau orang luar melihat mungkin agak shock, ini anak smua heboh2, ga bisa diem, mainannya terkesan agak kasar , tapi dilain pihak akan terasa betapa mereka begitu kompak dan saling melindungi. Dan bukankah itu yang memang ingin kita capai, bahwa bersaudara harus memiliki rasa sayang dan saling melindungi.
Bagaimana peran orang tua dalam memupuk rasa sayang dan saling melindungi. Mulai sejak sang adik ada dalam rahim. Libatkan sang kakak dalam segala hal, minimalisasi kemungkinan rasa cemburu dan persaingan, dan tidak lupa ucapkan terus betapa kita sebagai orangtua selalu sayang pada setiap anak yang ada, peluk dan cium mereka di setiap saat yang bisa, yakin kan mereka bahwa cinta kita karena Allah, mereka tumbuh atas kehendak Allah, besar karena Allah, memcari bekal karena Allah , dan kembali kepada Allah dengan menjadi pertanggungan jawab orangtua dan memberi manfaat bagi kemudahan orangtua di akhirat kelak. 

Mudah2an bocah2ku adem ayem terus ah, saling menyayangi, melindungi, menjadi contoh yang  baik untuk semua... AAmiin ..

~~~~~~~

Apapun yang dia lakukan, 
Dia tetap adikku..
(ghi,2012)

Perjalanan Sayang kakak beradik Jan 19, '12 6:42 PM


mas abang waktu kecil 

Hari ini mas Ghi dan Bang Ican ada tour ke Mekarsari dari skolahnya. Semua persiapan sudah dilakukan dari malam sebelumnya. Mereka antusias karena telah diinformasikan run down acara selama disana.

Sebetulnya sudah berulang kali kami sekeluarga berkunjung ke Mekarsari, namun memang mungkin sensasinya akan berbeda jika dilakukan bersama teman dan guru-gurunya. Selain sudah menjadi kalender sekolah tahunan, maka kesempatan ini juga mengasah kemandirian mereka saat berada di alam bebas, berinteraksi dengan lingkungan luar.

Selama kegiatan sekolah, memang orangtua tidak diijinkan mengikutinya, kecuali beberapa orang volunteer yg bertugas menjaga anak2 yg relatif belum mandiri. Aku sendiri sih ga masalah, karena kalau ortu kudu ikut berarti kan hrs ada dana besar lagi untuk pergi seperti ini.

Saat ini aku melihat betapa mas Ghi sangat menyayangi adiknya, beberapa item perlengkapan yang harus dibawa, dipersiapkan oleh mas Ghi. Handuk, sabun, shampo, plastik, baju ganti, smua disiapkan mas ghi, adeknya cuma disuruh masukin ke tas nya saja. Aku yang ada di kamar cukup memperhatikan kesibukan mereka menyiapkan kebutuhan mereka sendiri. 

Pagi tadi tugasku menyiapkan bekal untuk snack dan makan siang mereka, ada stock somay, tinggal dihangatkan . Makannya cuma bisa kornet campur kentang+telor, karena stok sayuran abis dan belom sempat ke pasar. Semua beres, dan berpamitanlah mereka. Karena ada instruksi supaya anak dibekali uang 15rb untuk membeli buah2an disana, aku siapkan uang masing2 dalam amplop. Saat aku serahkan, mereka menolak, dan dengan lembut mas Ghi berucap supaya aku simpan saja uang itu untuk belanja makan, karena mereka sudah bawa uang dari tabungan mereka. Hiks terharu banget... Saat aku paksa supaya mereka simpan saja uang tabungannya, mereka bersikukuh untuk hanya menggunakan uang mereka. Ya sudahlah... 

kalo jalan ke sekolah begini nih, gandengan smbl ngobrol 

Kegiatan mereka sepertinya berkeliling area perkebunan, dilanjutkan outbond dan menanam padi+memandikan kerbau. Mereka tiba kembali ke sekolah pukul 4.30.. Cukup melelahkan pastinya perjalanan mereka.

Mereka kembali dengan membawa topi caping dan wajah ceria walau terlihat lelah. Seraya mengeluarkan pakaian kotor, mereka bercerita kegiatan mereka. Dan mereka mengeluarkan kantong plastik berisi anggur hasil belanjaan mereka.
"Ini anggur mas beli untuk ibu, tapi cuma sedikit bu, padahal harganya 15rb! Kalo apel 12 ribu dapatnya cuma 3, nanti ade , bapak ga kebagian dong, jd mas beli anggur aja, biar bisa dimakan bersama"

Huaaaaa terharu banget, melihat mereka berdua mengeluarlan anggur, mencucinya, meletakkan di piring dan menyajikan di hadapanku.

"Ayo bu, kita makan bareng2, nanti yang punya abang kita sisain buat bapak dan mba Putri"

Dengan senyum haru, aku makan anggur pemberian mereka dan tak lupa aku ucapkan terimakasih atas perhatian dan pemberiannya. seraya aku tanyakan apa yang terjadi saat tour tadi.

Abang ican : "bu, tadi abang kan haus, minuman jus yang ibu bawain abis, trus mas ghi beliin abang es krim dong"

Mas ghi :"iya bu, tapi disana harganya mahal, jd lima ribu, ya udah mas beli 2 buat mas dan abang, kasian abang cape kepanasan."

Ibu: " emang mas masih ada uang? Tadi kan cuma bawa 15rb"

Mas GHi: "engga bu, tadi mas bawa 25rb, sisa uang mas, mas ga beli apa2 lagi kok, uang mas juga udah abis"

Abang ican : " iya bu, soalnya temen2 abang pada jajan, abang panas banget pengen es krim, untung mas bawa uang, makasih ya mas "

Dan aku tak kuasa berkata ...


⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊

Ada haru terasa tatkala melihat mereka bersaudara saling menyayangi dan melindungi. Yang satu mengisi yang lain, saling mengingatkan, saling memberi, saling memperhatikan.
Hal terindah dari seorang ibu, melihat anak2 tumbuh dalam cinta dan sayang. Smoga begitu selamanya....

Sakit Jan 6, '12 11:37 PM


Hari ini total aku mengurus mas Ghi, sejak semalam dia muntah dan buang air terus menerus. Sedih melihat dia bolak balik ke kamar mandi, menahan sakit di perutnya sedangkan  aku tiada mampu berbuat apa apa. 

Entah apa yang dimakannya, yang kemudian baru diketahui kemungkinan berasal dari tape ketan hitam yang dimakan kemarin. Mungkin kualitas tape ditambah kondisi fisiknya yang sedang kurang bagus menjadikan perutnya berontak, racunnya bekerja dan tubuhnya menolak semua itu.
Aku tahu guideline terhadap sakit ini, tapi tetap saja, menatap, mendengar anak ku bolak balik kamar mandi, mengeluarkan seluruh isi perutnya, aku panik, aku bingung, dan tetesan air mata mengalir berharap Allah memberi kesembuhan padanya. 

Minum dan terus minum yang aku mintakan kepada ghi, walau tak lama dia kembali muntah, tapi aku berharap dia tidak sampai mengalami dehidrasi .

Kini dia terkulai lemas, tidur disampingku, aku tak berani memejamkan mata , sesekali ku tatap wajahnya yang sangat cepat menjadi tirus, ya Allah... sembuhkanlah dia, lindungilah anakku ya Allah.

Siang tadi fadhl pun mulai buang air,  aku terus kasih minum dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, smoga tidak ada yang buruk terjadi pada kami.

Kami sadar, ini adalah cobaan atas diri kami, satu harapan kami, kuatkanlah kami ya Allah, tetapkanlah kami selalu berada di jalanMu, jangan jadikan kami manusia yang berpaling daripadaMu hanya karena ujian yang Engkau timpakan pada kami.

Lelah letihku tiada arti tatkala aku menatap buah hatiku terkulai lemah... sembuhlah nak... kuatlah...

Ibu menyayangi kalian..
..

Jari Tengah Sep 22, '10 7:50 PM


Saat Mau shalat Ied 
Hari ini saya mendapat teguran keras dari seseorang lantaran saya memajang foto anak anak yang salah satunya be
rgaya satu jari tengah menunjuk ke depan. Jujur saya tidak memperhatikan itu sebelum di tegur. Teguran keras itu cukup membuat saya shock, karena terkesan menuduh, entah tuduhan bahwa anak saya liar, saya yang kurang memberikan didikan etika kepada anak saya, atau apalah yang intinya saya salah mengasuh mereka. Ya memang itu hanya kesan yang saya dapat, namun cukup untuk membuat saya merenungkan, salah siapakah ini.
Lalu saya membuka file foto anak saya itu, anak lelaki berusia 7 tahun , dan yang saya dapati adalah gaya seorang anak dengan berbagai gaya heroik seperti tokoh hero pujaannya. Entah bergaya ultraman dengan posisi tangan
 mengepal, atau bergaya naruto dengan tangan didepan dan ancang ancang kaki , atau bergaya tangan mengepal atau jari membentuk gaya "metal" , atau jari yang menunjuk ... Nah untuk pose jari yang menunjuk, saya temui tidak hanya jari tengah saja, tapi berbagai pose dengan menampangkan jari yang berbeda, terkadang jempol, telunjuk, tengah, kelingking, namun yang jarang emang jari manis, karena agak susah membuatnya bergaya, padahal namanya sudah manis ya
....
Mas Ghi dgn gayanya
Ada suatu kelegaan di hati saya, bahwa artinya anak saya tiada bermaksud buruk dengan gaya nya itu. Dia hanya bergaya sesuai keinginannya, sesuai pose yang dia nyaman saat itu. Lalu salah siapa yang menyangka bahwa itu adalah tindakan asusila , mengacungkan jari tengah, dilakukan oleh anak 7 tahun ?  Salah saya kah ? anak brutalkah ?
Siapa yang menjadikan tanda  bahwa kalau menunjuk jari tengah adalah ungkapan kasar dan kotor ? siapa yang menjadikan tanda bahwa kalau menunjuk jari jempol artinya mantap ?
siapa yang menjadikan tanda bahwa kalau menunjuk jari telunjuk  artinya menunjuk ?
siapa yang menjadikan tanda bahwa kalau menunjuk jari kelingking  artinya berbaikan ?
Ya itu hanyalah tanda yang diciptakan karena kebiasaan. Lalu apakah setiap anak kecil mengerti akan maksud semua istilah itu ?
Lalu saya  bertanya kepada anaksaya  itu, dengan kelembutan yang sebisa mungkin saya coba berikan. Saya tanyakan, kenapa gayanya kok seperti jagoan, dan dengan kepolosan dia hanya berkata , ya kan keren bu .. Lalu saya tanya, kenapa menunjuk pake telunjuk, dan dia menjawab 'kan aku keren'  ....
Lalu saya coba alihkan kepada pose jari tengah yang mengacung tersebut, 'kenapa menunjuknya pakai model ini ? '  dan dia hanya menjawab ' ya kayak jagoan2 aja bu, keren banget , jadi macho'
See ? tidak ada maksud lain dari dirinya kecuali bergaya dan bergaya .. Namun kita sebagai orang dewasa yang sudah mengerti seakan menjudge bahwa moral anak anak kita sudah bejat... Salah siapa ?
Lalu jika saya harus meluruskannya, saya harus bilang apa , jika dia bertanya kenapa jari tengah tidak boleh di acungkan , sementara semua jari mempunyai hak yang sama untuk di tonjolkan ?

Bersama si tengah ... Sep 7, '10 1:03 PM

Sejak kemarin entah mengapa, mas Ghi uring uringan terus, kelakuannya ga jelas, sebentar godain adeknya, sebentar teriak teriak, sebentar bete , ga mau sahur, makan buka males2an,yang ga kuat itu ya cara dia mengganggu adeknya. Haduuhhh di omelin rasanya kok ya dia terus yang di tegur, mo didiemin tapi dia makin menjadi ... akhirnya ya di diamkan juga dengan hukuman sekedarnya . Berpengaruh kah , ya ga juga sih, dia malah jadi diam dan malas ngomong apa apa.

Kalau udah begini, aku udah ngerti deh, bahwa dia lagi cari perhatian , padahal rasanya menurut versiku sih, perhatian kami akhir2 ini ya sama aja buat semua, malah kepada dia agak berlebih , mengingat dia bulan Ramadhan ini puasa full time dan shalat rajin . Reward selalu kami berikan, keinginan menu berbuka selalu kami tawarkan , tapi yaa ada aja lah alasannya untuk sekedar ingin dekat dengan ibunya.

Kemarin, Selasa, Mas Ghi mulai lagi berulah, malas sekali dia buat sahur, padahal dia sudah membuka mata , tapi buat bangun , duduk malasnyaaa minta ampun. Aku ngalah, aku ambil nasi dan lauk dan berusaha membujuk dengan menyuapi nya. Dia masih tidak bergeming, diaaaammm aja. Lama lama kesel juga lah , disuruh minum ga mau (padahal udah di bawain), di suapin ga mau, disuruh cuci muka ga mau, dia tetap aja tergolek tiduran di kasur depan tivi dengan mata melek, tapi mulut manyun ga jelas mau nya apa. 

Aku dan bapaknya terus merayu, dari pelan sampai akhirnya emosi juga dan nyerah ... Ya udah ga sahur berarti ga puasa, dan yang rugi adalah mas sendiri, padahal puasa mau berakhir. Masih diam dan sampai adzan subuh dia tetap tidak bergeming .. diam tidak jelas..

Hari itu aku kebetulan  jaga toko, dan anak anak terpaksa kami bawa semua, dan saat waktunya anak anak pulang, kembali mas Ghi tidak bergeming, diam saja dan enggan untuk pulang . Aku merasa dia memang ingin berdua dengan aku, dan aku mengijinkan dia untuk menemaniku di toko hari itu, mudah2an kebersamaan kami hari itu bisa membuka dirinya sedikit .

Berdua bersama mas Ghi memang menyenangkan, banyak cerita dari dia tentang teman, sekolah, dan lainnya, namun yang masih susah aku korek adalah perasaannya . Apa yang menyebabkan kelakuan anehnya beberapa hari ini, dia selalu mengelak dan mengalihkan pembicaraan jika aku mulai bertanya tentang hal itu. Dan aku tentu saja tidak bisa memaksa nya, namun kesimpulanku adalah bahwa dia memang ingin mencari perhatianku saja.

Sepulang dari toko, dia sudah ceria kembali, shalat tanpa harus di tegur, dan pagi ini dia sahur dengan ceria dan tanpa tangisan atau ambekan. Yaaa  memang ada waktunya tiap anak berulah, dan tiap ulah nya pada intinya adalah satu, mencari perhatian dari orangtuanya.
Alhamdulillah kami masih memiliki kepekaan untuk bisa sedikit memberi keadilan waktu bagi mereka, dan satu keinginan kami adalah agar mereka tahu bahwa tidak ada sedikitpun dari diri kami untuk membeda bedakan antara anak satu dan yang lain dan bahwa cinta kami kepada mereka sama besarnya, dan semua hanya karena Allah semata.

Ya begitulah anak anak, dengan sikap, sifat, tingkah dan prilaku yang selalu tidak di sangka. Hari ini baik ,besok bisa tidak jelas, sekarang senyum, nanti bisa menangis ... Yaaa liku liku membesarkan anak... 

Mas Udah Gede May 5, '10 5:33 PM

ini postingan utang, karena kmrn ga sempat posting .. hehehe.

Hari ini , 5 Mei 2010, Akhirnya Mas Ghi giginya copot, sebetulnya dari kemarin2 emang udah goyang dan udah ada gigi pengganti dibelakangnya, mau ke dokter gigi, tp dia selalu nolak karena Ghi emang yg termasuk heboh kalo ketemu orang baru apalagi dokter. Rencana mo bawa ke Drg rekomendasi dari Menik, tp belum sempet kesana aja euy, dan belum sempat juga diskusi ama Ghi ttg hal ini. Next time ya nak...

Gigi mas Ghi emang termasuk yang kurang bagus bentuknya, ini mungkin karena dia suka makan manis dan ngedot botol. Gigi depan nya kropos, dan udah bolong gitu. Emang butuh treatment cepat sih, tapi ya gitu deh, kudu ngerayu dulu biar dia siap. Aku ga mau maksa takut dia malah semakin trauma buat ke dokter. 

Dia senang banget pas tau giginya copot sore tadi, sampe di goda2in supaya giginya di simpen di museum zoologi buat nemenin gigi ikan paus.. hehehe dasar bocah2, kalo ada sesuatu, ide ide iseng bermunculan deh... Tapi suasana ini bikin ceria hari, karena mendengar mereka diskusi dan tertawa adalah hal yang sangat indah, walau ngaco, tp tawa mereka begitu indah ...

Ini beberapa komentar mas Ghi tentang gigi tanggalnya
"Bu, aku udah besar ya bu, mudah2an gigi2 yang lain cepet keluar ya bu,jadi gigi rusak ku bisa ilang, dan gigi hitam nya berkurang satu"

"Bu, asyik loh bu sekarang, aku makan lebih mantap rasanya "  (hihihi emang dari kemarin juga kamu kalo makan selalu manteb kok mas}

"Bu, rasanya gimanaaa gitu ada gigi baru, asin2 enak "  (iiihhh jijayy)


Ya gitu deh, liat dia tertawa dan bahagia dengan tanggal nya sang gigi, aku bahagia sekali..  Cepat besar ya nak, sehat terus , temenin dan jagain ibu .... 

Ohhh ibu .. teganya... Sep 9, '09 11:58 PM

Hari ini buka puasa bersama team di kantor ku, terpaksa pulang malam deh.. Ini kali ke dua aku berbuka di luar, pertama saat menjenguk anak sahabatku yang di rawat di RS, dan kali ke dua ya ini, karena yaaa ga enak aja, masa anggota team ga kompak .....

Karena pulang dah malam, akhirnya pulang nebeng teman sampai cibubur dan lanjut dengan taksi ke Bogor, sebetulnya sih enakan naek bis, sayangnya di UKI dah ga ada lagi bis ke Bogor, padahal biasanya enak banget deh , tinggal ke UKI , lanjut ke Bogor, stand bye 24 jam dan relatif aman...

Ini juga naek taksi karena ada temen, jadi kan biaya di tanggung ber dua, dan demi pengiritan, aku minta jangan sampe rumah naek taksinya, tapi bener2 cuma buat ngelewatin tol aja. Jadi suamiku jemput di pinggir pintu tol keluar. Perjalanan aman , karena kami emang nyari Blue bird .
Tiba di Bogor, abang dah jemput bersama anak anak, berhubung malam, jadi mas Ghi dah ketiduran di mobil dan Abang Ican langsung nempel di aku .
Lumayan cape hari ini, ditambah aku emang kurang tidur akhir2 ini, jadilah setiba di rumah aku langsung turun, buka perabotan lenong such as jilbab dkk, dan nyelonjorin kaki di kasur. Adduhh nikmatnya sampai dirumah ...... tenangggggg... tinggal istirahat deh.
Bang Ican juga masih nempel ama aku , dan aku ngelonin dia bentar sambil meluk meluk dia, kangen banget euy ama anak2, nyiumin mereka bener2 bisa ngecharge tenaga.
Ga lama aku suruh Bang Ican pindah ke kamar, dan aku siap siap untuk mandi. Tiba tiba Ican nanya, bu, mas Ghi mana ??  ya aku spontan jawab, ya dikamar dong... sambil terus nyiapin baju dan beresin tempat tidur.
Ga lama Ican balik lagi mendekatiku, ga ada bu, mas Ghi ga ada di kamar..
Ohh mungkin di kamar mba Uti can... coba liat....  aku masih ga ngeh dan nerusin kegiatan. Eh ican balik lagi dan bilang "bunda.... mas ga ada, mas kemana bun ? "

Wadoohh... aku baru nyadar, wah kemana ya mas Ghi... lalu aku duduk sebentar dan tiba2 teringat dan langsung teriak ke bapaknya anak anak...
"Astaghfirullah bapaakkkk... mas Ghi masih di mobil pa... emang bapak tadi ga nurunin dia?"

suami ku jg sontak kaget dan ikutan sibuk ... Ya Allah.... mas Ghi ketinggalan di mobil, dalam keadaan terkunci, dan pintu rumah dah dikunci lengkap.... wadooohhhh... untuunggg aja dia lagi tidur, kalo kita bener2 kelupaaan dan tengah malam dia nangis di mobil, kan bisa berabe tuh, heboh dan bakal curiga macem2 , denger ada suara tangisan tengah malam dari mobil  bu Eva.... hihihihihi...

Ya Ampunnn bu.. bu.... baru juga punya anak 4 dah kelupaan gini, tega banget sih bu .....
Yaa salah bapaknya juga kalee.. kan yang jemput aku bawa mas Ghi kan bapaknya, harusnya bapaknya dong yng inget peserta penjemputnya... (hehehe ga mau disalahin nih).
Sudahlah... yang penting kita cepet sadarnya dan ga terjadi hal hal yang tidak diinginkan..
Thanks ya bang Ican, coba aja kamu ga inget ama solmetnya... wah bisa sampe pagi tuh ibu kelupaannya... hehehehe

Makanya , lain kali pake daftar absen ya buuuwwwww
 

[ghi]Cobaan baru di sekolah , Susahkah menghormati ? Aug 2, '09 10:23 AM

Mungkin aku terlalu berharap lebih atas suatu sikap , norma dan etika dalam pergaulan. Aku selalu mengira bahwa tindakan tindakan over dalam sinetron itu hanyalah karangan orang yang benar benar berlebihan. Aku masih tidak bisa menyangka bahwa tindakan anak2 yang mengecoh, mempermalukan, menghina, mencibir, memojokkan, berkata buruk, berkata kotor itu benar benar ada, benar benar terjadi dalam dunia nyata. Apa aku terlalu berharap lebih, apa aku terlalu menutup mata dari keburukan dunia, kemunduran moral dan pendidikan dari orangtua kepada anak . Yaaa aku tahu tidak bisa berharap semua sempurna, apa yang kamu lakukan kepada anak mu belum tentu dilakukan oleh orangtua lain. Tapi tetap aku sempat shock melihat kenyataan bahwa kejadian kejadian di sinetron itu benar adanya dan menimpa anakku ..

Beberapa hari lalu Ghifari bangun tidur dalam keadaan panas tinggi, lalu dia menangis dan tiba tiba menceritakan kejadian di sekolahnya. Ghi memang baru saja menginjak kelas 1 SD, perubahan dari kelas yang lebih banyak main saat TK, menjadi kegiatan yang benar benar harus serius dalam belajar. Begitu juga dengan pergaulannya, biasa satu kelas hanya 20 orang, dengan posisi pembelajaran yang lebih santai, interaksi murid-guru lebih nyaman, duduk melingkar di karpet, bebas berekspresi, dan perhatian yang masih berlebih dari gurunya, namun saat ini dia harus duduk pada satu kursi masing masing, menatap satu kotak hitam di depan dengan guru yang menerangkan pelajaran apa yang dibahas. Tidak ada main main, tidak ada jalan jalan dikelas, semua adalah keseriusan. Semua perubahan dalam kurikulum tidak menjadi masalah bagi Ghi, namun yang lebih berat dirasakannya adalah masalah  pergaulan.
Memiliki teman teman baru bagi Ghi memang tidak semudah orang lain mungkin. Dia butuh waktu lama untuk bisa masuk ke suatu komunitas. Biasanya dia lebih banyak diam , mendekati guru atau orang yang kira2 bisa dipercayanya.  Saat masuk hari pertama sekolah, dia agak cepat adaptasi karena masih banyak teman teman TK nya yang juga masuk SD itu, jadi aku pikir tidak ada masalah dan aku tenang melepasnya sekolah.
Namun tangisan tulus pagi itu benar benar membuatku sedih, dia menangis tersedu dan mengadukan diri nya saat di sekolah. Dia telah dihina, diejek, dipojokkan sampai didorong dorong oleh teman2 nya, dikata katain oleh serombongan teman kelasnya, laki laki dan perempuan. Aku bertanya seperti apa ejekannya, semula Ghi tidak mau bercerita, dia hanya menangis karena sedih diejek ejek. Akhirnya setelah dibujuk untuk cerita dia bilang kalau dia diejek karena masih kecil, ga pantes jadi anak SD, giginya  jelek, kulitnya  jelek (memang ghi banyak bekas luka gigitan nyamuk dan bekas cacar). Mendengar itu aku sempat shock dan marah. Ingin rasanya langsung menghampiri serombongan anak itu dan mengajari mereka tentang sopan santun, namun ya itu bukan pemecahan masalah. Saat ini Ghi hanya butuh dukungan kepercayaan diri, dengan marah aku tidak akan memperbaiki keadaan , malah mungkin akan memperburuknya dan Ghi akan menganggap tindakan marahku adalah kebenaran. Akhirnya kami, aku dan bapaknya hanya memeluknya dan berkata bahwa tiada ada makhluk yang patut ditakuti, kita hanya boleh takut kepada Allah. Semua makhluk adalah ciptaan Allah, apa yang orang lain katakan , itu adalah karena mereka tidak mengerti dan tidak menghargai. Setiap makhluk memiliki kelebihan dan kekurangan, Apa yang menurut mereka kurang dari mas Ghi, belum tentu mereka memiliki kelebihan yang dimiliki mas Ghi. jangan terpacu  pada kekurangan yang dilihat orang , tapi bertumpulah bahwa kekurangan itu tidak menjadikan kita lemah, tapi kekurangan itu akan kita buat semakin kecil dan kecil, hingga yang orang lain akan lihat adalah kelebihan kita.  Caranya ya , mas Ghi ga usah membantah mereka, menyingkir saja, dan buktikan bahwa mas memiliki kelebihan yang belum tentu mereka punya. Tunjukan bahwa tubuh kecil mas Ghi tidak menjadikan daya ingat mas Ghi kecil juga, Mas kan jago menghapal hadist, buktikan kemampuan mas, mas udah bisa baca tulis dengan rapi, tunjukan bahwa tubuh kecil, dan kelemahan lain yang mereka sebutkan tidak mempengaruhi prestasi mas. Ga usah didebat, tapi cukup buktikan. Jika mereka memojokkan mas lagi, menyingkir dan dekati ustadzah. Sabar dan berdoa semoga teman teman mas Ghi menyadari kesalahannya.
Alhamdulillah dia mengerti dan menerima nasehat kami dengan baik, Dia tenang dan siap ke sekolah dengan ceria.

Dalam  hatiku aku sedih dan heran, bukankah seharusnya pelajaran menghormati sesama harusnya menjadi dasar pendidikan akhlak bagi anak2 dirumah? Bukankah seharusnya setiap orangtua harusnya mendahulukan hal itu untuk diterapkan dan dimengerti oleh anak anaknya? Bagaimana mereka menghormati orangtua, menghormati pembantu di rumah, menghormati teman, tetangga, orang lain, binatang sekitar, bahkan bagaimana mereka harus juga menghormati barang milik mereka sendiri . Hal sederhana bukan ?? Apakah begitu sulit diterapkan, atau terlalu sibukah orangtua untuk dapat mengajarkan hal itu kepada anak anaknya.
Aku tidak mengajarkan yang sulit atau mendoktrin mereka dengan berbagai hal . Cukup dengan 3 kata, MAAF, TOLONG, TERIMAKASIH, itu cukup mewakili bagaimana kita mengajarkan anak untuk menghargai orang lain.  Yang terpenting lagi adalah penjelasan siapa diri kita sebenarnya, bahwa kita adalah MAKHLUK ALLAH, setiap makhluk Allah adalah ciptaan ALLAH , dan setiap ciptaan Allah adalah sempurna di mata Allah. Kita harus menghormatinya, karena jelek dimata kita,belum tentu begitu peruntukkannya. Terlalu gamblangkah ?? aku ga merasa itu, anak anak mengerti dengan baik, dan mereka paham bahwa apapun bentuk ciptaan Allah, itu adalah ciptaan Allah, dan kita harus menghargainya.

Lalu jika ada anak yang masih berlaku kasar, bertindak tidak sopan kepada teman sebaya, siapa yang salah dalam hal ini ? Hmm ya ternyata tindakan2 over di sinetron itu memang nyata, smoga kita bisa mendidik anak anak kita kepada kebaikan, kebenaran, mampu menghargai orang lain, menghormati dan mencintai sesama dengan baik.
Smoga mas Ghi bisa kuat dan tegar, Ibu yakin kamu bisa.. karena dibelakang kelemahan kamu yang mereka sebutkan, masih banyak kelebihan yang mereka tidak miliki, setidaknya mas Ghi memiliki akhlak yang baik, mampu menghormati orang lain dan sekitar, dan mencintai semua ciptaan Allah...

About Bruxism.... Jul 9, '09 10:17 PM

Saat ini aku lagi memperlajari tentang BRUXISM atau yang lebih dikenal dengan gigi gemeretuk . Pasti dah tau kan seperti apa itu, bunyi yang sangat sangat membuat tidak nyaman. 

Sejak punya gigi, Ghifari (my second boy) punya kebiasaan ini, dulu sih aku cuek cuek aja, lalu berlanjut dengan keherananku krn susunan dan bentuk gigi Ghifari yang kurang rata dan ga bagus. Dulu masih berprasangka itu disebabkan karena Ghi suka makan yang manis2 dan dia malas gosok gigi, tapi lama2 setelah kebiasaan makan manis dikurangi dan gosok gigi sudah teratur, akuperhatikan yang lebih dominan menjadi penyebabnya adalah gigi gemeretuk nya itu. Sebetulnya ga tiap malam sih, cuma sepertinya bila kondisi tubuhnya sedang lelah atau tidak fit, maka kebiasaan menggemeretukkan gigi nya itu semakin menjadi, dan hampir tak ada jeda , gigi gigi itu beradu dan benar2 bikin ngeri diriku yang mendengarnya, rasanya takut itu gigi pada rontok aja. 
Sampailah malam ini Ghi terus2an bergemeretuk, berkali kali pula aku berusaha membangunkan atau membuatnya sadar akan gemeretuknya , tetap tidak berpengaruh, krn dia akan kembali menggemeretukan gigi2nya... Lama kelamaan rasa terganggu itu menjadi rasa penasaran dan aku mulai browsing untuk tau dengan jelas mengenai hal ini. 

Ternyata penyakit (bukan penyakit sih sebeltulnya) atau kebiasaan ini memang banyak menghinggapi manusia, tapi sebetulnya kebanyakan perempuan, dan jarang terjadi pada anak2. Pemicu utama juga sebetulnya adalah stress, nah emang nya Ghi stress apa yak, masa akibat stress sih...
Untuk lebih jelasnya , aku copas artikel dibawah ini, mudah2an bisa jadi ilmu juga bagi yang membutuhkan...
Setelah aku paham, aku mau bertindak apa yaa untuk Ghi ini, krn jelas harus dihentikan kebiasaan ini, krn akan merusak gigi dan kesehatannya. Sementara sih aku goyang2 kan mulutnya supaya brenti bergemeretuk, walau ga efektif juga, krn dia akan tetap kembali berbunyi... hmm cara apa lagi yaaa ???

============================================

Definisi : Bruxism adalah kebiasaan buruk berupa menggesek-gesek gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah, bisa timbul pada masa anak-anak maupun dewasa.
Biasanya tindakan ini dilakukan pada saat tidur di malam hari dan penderita tidak menyadari bahwa ia memiliki kebiasaan buruk tersebut.
Bruxism lebih sering dimiliki oleh kaum wanita dibandingkan pria.

Penyebab

Pada anak-anak, kadang kebiasaan ini timbul pada masa gigi-geligi sedang tumbuh.

Pada orang-orang dewasa biasanya bruxism timbul karena adanya maloklusi (hubungan yang tidak baik antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah), stres, rasa marah, rasa sakit, atau frustasi.

Akibat

Bruxism dapat menyebabkan abrasi (aus) permukaan gigi-gigi pada rahang atas dan rahang bawah, baik itu gigi susu maupun gigi permanen. Lapisan email (lapisan terluar dari gigi) yang melindungi permukaan atas gigi hilang, sehingga dapat timbul rasa ngilu pada gigi-gigi tersebut.

Bila kebiasaan ini berlanjut terus dan berlangsung dalam waktu lama, dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi), maloklusi, patahnya gigi akibat tekanan yang berlebihan, dan kelainan pada sendi Temporo Mandibular Joint (sendi yang menghubungkan rahang bawah dan tulang kepala).

Gejala

Pada saat tidur di malam hari, biasanya penderita akan mengeluarkan suara gigi-gigi yang beradu. Bila dilihat secara klinis, tampak adanya abrasi pada permukaan atas gigi-geligi rahang atas dan rahang bawah. Bila lapisan email yang hilang cukup banyak dapat timbul rasa ngilu pada gigi-gigi yang mengalami abrasi. Kadang terlihat adanya jejak atau tanda yang tidak rata pada tepi lidah.

Perawatan

Biasanya kasus-kasus bruxism terlambat didiagnosa karena penderita tidak menyadari bahwa mereka memiliki kebiasaan tersebut.
Untuk perawatan kasus ini dokter gigi akan membuatkan alat tertentu yang didesain dan dibuat khusus sesuai dengan susunan gigi-geligi pasien, alat ini disebut night-guard dan digunakan saat tidur pada malam hari.

Alat ini akan membentuk batas antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah sehingga tidak akan saling beradu. Pemakaian alat ini akan mencegah kerusakan yang lebih jauh pada gigi-geligi dan membantu pasien dalam menghentikan kebiasaan buruknya.
Bila penyebab utama dari bruxism adalah stres, maka melakukan konsultasi dengan psikolog merupakan salah satu hal yang dapat membantu dalam menghilangkan kebiasaan buruk ini.

Sumber: http://www.klikdokter.com

edited : 20/03./2024

[Ghi] Akhirnya aku masuk SD juga Jun 28, '09 6:59 PM

Alhamdulillah saat ini Mas Ghi (my second child , 6 th) dah lulus dari TK B -nya dan  akan  lanjut ke SD ditempat yang sama dan barengan dengan putri (SDIT AT Taufik, Bogor).  
Hasil laporan perkembangan nya  bagus, walau tidak dalam angka, namun semua positif dan dia meninggalkan kesan yang baik bagi pengajar dan teman2 disana. 

Saat wisuda kemarin ada rasa bangga dalam diri kami sebagai orangtuanya, ketika namanya dipanggil, "Muhammad Ghifari Satrio Putra, ananda adalah putra ke 2 dari Bpk.Pryo Handoko, profil ananda adalah anak yang sangat ceria , cerdas, dapat mentaati peraturan dan bertanggung jawab  dalam menyelesaikan tugas yang diberikan , selalu membantu merapikan mainan, dan dapat mengingatkan teman"
Subhanallah... begitu merinding saat kalimat itu terucap, itu baru dia TK ya , terbayang begitu bangganya orang tua orangtua kita dulu saat melihat anak2nya berhasil lulus sekolah, dengan membawa ijazah tanda kelulusan yang menandakan juga perjuangan yang tidak sia sia atas jerih payah dan tetesan keringat mereka.  Baru terbayang begitulah dulu yang dirasakan ayah dan mamah saat melihatku lulus kuliah, mereka dengan kebahagiaan yang sesungguhnya , rela berlelah menunggu jalinan acara wisuda ku dulu , berpanas panas , kelaparan, namun melihat mereka menangis bangga, adalah suatu rasa puas karena berhasil membuat mereka bangga. Dan  hal itu baru aku rasakan sekarang. 

Saat ambil raport kemarin ustadzah Ghi melaporkan kalau hasil prestasi Ghi sangat baik, hapalan nya sangat bagus, dan ghi termasuk anak yang mudah menghapal, hadist2 sudah banyak yg dihapal begitu juga Qiraaty nya hampir selesai jilid 2.  Calistung juga sudah lancar,  hanya masalah konsentrasi Ghi masih kurang, masih suka ga fokus, terutama masalah sains, dia kurang minat , tapi kalau masalah rancang bangun dia cepat dan sangat baik. 

Semua patut disyukuri, kekurangan pasti lah ada, namun Ghi masih dapat berkembang, kekurangan akan menjadi perhatianku, dan kelebihannya akan semakin diasah sehingga harapan kami agar Ghi bisa menjadi ahli hadist dan Hafidz Qur'an dapat terlaksana , dengan keikhlasan dan kesadaran dari dalam hatinya tentunya. 

Cita cita mas Ghi saat ini adalah pilot pesawat jet , dulunya sih pengen jadi pembalap, cuman emaknya deg2an , ga mau dia jadi pembalap...hehehe.. eh ternyata sekarang dia rubah malah jadi pilot pesawat... huaaaaa sama aje, sama2 sopir :D. 
Yaaa dilihat aja lah perkembangannya , biasa nya juga masih berubah2, dulu pengen jadi tentara, trus jd pembalap, sekarang jadi pilot.. Ya liat aja nanti .

Sekarang mas Ghi dah lancar nulis dan baca, dan hobbynya sekarang ya mainan internet juga, dah mulai pengen punya blog , kalo yang ini mah dia niru2 kakaknya, putri yang emang suka nulis, mungkin nanti aku bikinin, biar dia bisa mencurahkan apa yang ada di pikirannya dengan lebih bebas.  Sekarang juga udah mulai seneng chating ama aku, padahal sama2 dalam rumah, yang satu make komp di atas, aku make di bawah, yaaa chattingan juga , sambil ketawa2... hehehe komunikasi yang aneh . 

Tahun ajaran baru akan mulai tanggal 13 Juli, dia dah ga sabar memulai sekolah dan make baju SD dan siapin buku bukunya... hehehe... JAdi tahun ini di sekolah yang sama 3 anakku akan sekolah, tinggal Fadhl aja yang jaga rumah.... Hmmm brasa makin tua, makin berat tanggung jawab mendidik mereka. Mudah2an Allah memberi kemudahan bagiku dan anak2ku dalam menuntut ilmu.

Alhamdulillah ya Allah, telah ENGKAU beri kami anak2 yang begitu berarti, yang dapat memberi cahaya bagi hari hari kami.  Yang dapat menjadi penyemangat hidup kami. Kami tidak akan memaksakan kehendak kami, biarlah mereka menyadari sendiri apa tanggung jawab mereka. Kami hanya mampu memberi bekal takwa, bekal iman, dan semoga ini cukup menjadi benteng bagi mereka dalam menjalani hidup.

I Love you my children...... 

Mas Pake baju SD

[Ghi] Lulus TK ..... Jun 14, '09 8:28 PM


Hari Sabtu 13 Juni 2009, Ghifari lulus TK dan sekolah SDIT mengadakan Akhirussunasah berupa pelepasan kelas B yang akan siap ke jenjang berikutnya. Berbagai acara ditampilkan , berupa seni dan kepandaian anak anak TK. 

Undangan buatan anak2
 1 Comment 
Piagam
 1 Comment 
Plakat
  
Panggung
  
Ghi siap2 manggung
  
Ghi dan tim Rancang bangun
 1 Comment 
Selesaii
 1 Comment 
Siap2 mau pakai baju toga
  
Keren ga ??
 1 Comment 
Menunggu antrian
  
wisuda Ghi065.JPG
 1 Comment 
wisuda Ghi066.JPG
 1 Comment 
wisuda Ghi069.JPG
  
wisuda Ghi079.JPG
 3 Comments 
wisuda Ghi082.JPG
  
wisuda Ghi085.JPG
 2 Comments 
wisuda Ghi086.JPG
  
wisuda Ghi087.JPG
  
wisuda Ghi088.JPG
  
wisuda Ghi090.JPG
 1 Comment 
wisuda Ghi091.JPG
  
wisuda Ghi093.JPG
  
wisuda Ghi094.JPG
 1 Comment 
wisuda Ghi095.JPG
  
wisuda Ghi105.JPG
 1 Comment