Friday, November 16, 2012

Bersama si tengah ... Sep 7, '10 1:03 PM

Sejak kemarin entah mengapa, mas Ghi uring uringan terus, kelakuannya ga jelas, sebentar godain adeknya, sebentar teriak teriak, sebentar bete , ga mau sahur, makan buka males2an,yang ga kuat itu ya cara dia mengganggu adeknya. Haduuhhh di omelin rasanya kok ya dia terus yang di tegur, mo didiemin tapi dia makin menjadi ... akhirnya ya di diamkan juga dengan hukuman sekedarnya . Berpengaruh kah , ya ga juga sih, dia malah jadi diam dan malas ngomong apa apa.

Kalau udah begini, aku udah ngerti deh, bahwa dia lagi cari perhatian , padahal rasanya menurut versiku sih, perhatian kami akhir2 ini ya sama aja buat semua, malah kepada dia agak berlebih , mengingat dia bulan Ramadhan ini puasa full time dan shalat rajin . Reward selalu kami berikan, keinginan menu berbuka selalu kami tawarkan , tapi yaa ada aja lah alasannya untuk sekedar ingin dekat dengan ibunya.

Kemarin, Selasa, Mas Ghi mulai lagi berulah, malas sekali dia buat sahur, padahal dia sudah membuka mata , tapi buat bangun , duduk malasnyaaa minta ampun. Aku ngalah, aku ambil nasi dan lauk dan berusaha membujuk dengan menyuapi nya. Dia masih tidak bergeming, diaaaammm aja. Lama lama kesel juga lah , disuruh minum ga mau (padahal udah di bawain), di suapin ga mau, disuruh cuci muka ga mau, dia tetap aja tergolek tiduran di kasur depan tivi dengan mata melek, tapi mulut manyun ga jelas mau nya apa. 

Aku dan bapaknya terus merayu, dari pelan sampai akhirnya emosi juga dan nyerah ... Ya udah ga sahur berarti ga puasa, dan yang rugi adalah mas sendiri, padahal puasa mau berakhir. Masih diam dan sampai adzan subuh dia tetap tidak bergeming .. diam tidak jelas..

Hari itu aku kebetulan  jaga toko, dan anak anak terpaksa kami bawa semua, dan saat waktunya anak anak pulang, kembali mas Ghi tidak bergeming, diam saja dan enggan untuk pulang . Aku merasa dia memang ingin berdua dengan aku, dan aku mengijinkan dia untuk menemaniku di toko hari itu, mudah2an kebersamaan kami hari itu bisa membuka dirinya sedikit .

Berdua bersama mas Ghi memang menyenangkan, banyak cerita dari dia tentang teman, sekolah, dan lainnya, namun yang masih susah aku korek adalah perasaannya . Apa yang menyebabkan kelakuan anehnya beberapa hari ini, dia selalu mengelak dan mengalihkan pembicaraan jika aku mulai bertanya tentang hal itu. Dan aku tentu saja tidak bisa memaksa nya, namun kesimpulanku adalah bahwa dia memang ingin mencari perhatianku saja.

Sepulang dari toko, dia sudah ceria kembali, shalat tanpa harus di tegur, dan pagi ini dia sahur dengan ceria dan tanpa tangisan atau ambekan. Yaaa  memang ada waktunya tiap anak berulah, dan tiap ulah nya pada intinya adalah satu, mencari perhatian dari orangtuanya.
Alhamdulillah kami masih memiliki kepekaan untuk bisa sedikit memberi keadilan waktu bagi mereka, dan satu keinginan kami adalah agar mereka tahu bahwa tidak ada sedikitpun dari diri kami untuk membeda bedakan antara anak satu dan yang lain dan bahwa cinta kami kepada mereka sama besarnya, dan semua hanya karena Allah semata.

Ya begitulah anak anak, dengan sikap, sifat, tingkah dan prilaku yang selalu tidak di sangka. Hari ini baik ,besok bisa tidak jelas, sekarang senyum, nanti bisa menangis ... Yaaa liku liku membesarkan anak... 

No comments:

Post a Comment