Monday, March 25, 2024

[19/01/2023] Motor Pertama Mas




Alhamdulillah, karena memang kebutuhan, akhirnya kita membeli motor ke 2 setelah abang duluan dibelikan motor AEROX.


 

ini sebetulnya untuk ibu, untuk jemput ade sekolah, tapi akan berlanjut untuk mas Ghi setelah mas menyelesaikan tahun pertama di asrama. 

Alhamdulillah, dengan ikhtiar mencari disana sini, akhirnya dana nya terkumpul juga dan lunas tanpa cicilan. 
semoga berkah dan kendaraan ini bisa bermanfaat untuk mas Ghi, menemani masa2 kuliah dengan semangat dan menjadi keberkahan untuk semuanya

Yakin akan pertolongan Allah, disaat niat ditujukan untuk kebaikan, akan ada jalan keluar dari setiap kesulitan.

Alhamdulillah. 

Bogor, 25/03/2024

late post .---- 



His first Marathon [20/12/2023]

 


Setelah Mas Ghi kembali ke rumah setelah menyelesaikan kuliah tahun pertama di Tazkia, dia memiliki hobbi baru, yaitu lari. 

Awalnya tidak menyangka kalau dia akan begitu serius untuk latihan lari ini. Saya kira hanya sekedar olah raga . namun ternyata dia serius dan berlatih dengan konsisten. 

terkadang jadwal nya seminggu 3-4 kali berlari minimal 5 km. 

Awal dia berlari di track, di lapangan Kresna, namun lama kelamaan beralih ke jalan raya atau mengelilingi kebun Raya.

Alhamdulillah akhirnya, pada 20 desember kemarin, dia mengikuti Marathon pertamanya di 5 km dulu saja. Berlokasi di Bintaro dan dia mengrus semua sendiri. 

Menjadi pengalaman pertama dan semoga bisa menjadi semangat bagi mu ya nak untuk berkembang dan menjadi pribadi yang mandiri , dan semoga sukses dunia akhirat.

ibu mendukung selalu ....

Ibu sayang mas


Bogor, 25/03/2024

Late post

Friday, November 16, 2012

Sayang adik Mar 1, '12 9:50 PM

BRAKKKK !!! Terdengar suara keras dari kamar. Aku yang sedang asyik nonton pertandingan sepak bola di ruang tengah, terkejut sebentar. Suara keras itu mengiringi tangisan keras Fadhl yang menandakan suatu insiden baru saja terjadi. Bergegas aku menuju kamar, namun hanya sampai pintu untuk melihat apa yang terjadi.

Fadhl menangis dengan posisi membelakangi laci meja tidur yang jatuh. Sudah tau kisah singkatnya, dia pasti iseng bongkar laci dan menekannya, hingga laci yang sudah rapuh itu mudah terlepas dari rel nya. Aku hanya menatap wajah yang sedang menangis itu, tidak berekspresi lebih, cukup datar...

"tidak ada yang terluka ?" ucapku 

"huhuhu tidak sih bu , aku tidak sengaja bu, laci nya jatuh sendiri " dengan tangisan keras dia berusaha mengelak.
Aku palingkan tubuhku dan mengindahkan dia dengan tangisnya, lanjut nonton bola karena tidak ada yang terluka pun.
Aku sengaja bersikap seperti itu, dengan tujuan memberi sedikit pelajaran padanya, bahwa dia telah melanggar peraturan, apapun alasannya, dia telah salah dan harus membereskan apa yang telah dirusaknya.

Masih terdengar tangisan kerasnya. Tiba tiba, mas Ghi bangun dari duduknya dan melangkah menuju kamar. Terdengar samar dari luar adegan yang terjadi diantara mereka.

Ghi   : Ade kenapa , sudah jangan nangis ah, lelaki tidak menangis
Fadhl : Ade menjatuhkan laci ini, ade ga sengaja 
Ghi  : Kenapa ade mainin laci, kan ade lagi main di komputer ama bang ican
fadhl : iya, ade tau ade salah, tapi ade tidak tahu harus bagaimana.
Ghi : ya sudah, sekarang ade tidak menangis, dan mas akan bantu ade merapikan laci ibu. Setelah ini ade ke ibu dan minta maaf ya
Fadhl : iya mas, trimakasih ya..

--------

Dari luar aku merenungi apa yang terjadi. Dibalik kekerasan sifat Ghifari, dia begitu menyayangi adik2nya, dia akan melakukan apa saja untuk melindungi dan menjaga adiknya. Satu kejadian tadi semakin menambah kagumku padanya, bahwa dia tulus mencintai dan menyayangi adik2nya, berusaha menjadi pelindung yang baik bagi mereka.
 
Ghi, Fadhl , Ican batik sasirangan 

Kalau urusan berantem dan berdebat sih tetep... itu kan dunia mereka, mencari jati diri dengan berpegang pada pengetahuan mereka masing2, jadi adu ngotot itu udah biasa. Urusan debat ini biasanya kalo udah pada nonton bola, yang satu pegang si ini , yang satu pengen juga, trus rebut2an, ya gitu gitu deh. Atau saat yang satu lagi kumat isengnya, maka yang lain akan menjadi korban yang ga jarang akan berakhir dengan tangisan atau rengekan. Kalau begini, ibunya sengaja harus ikut campur, walau sekedar mengingatkan si anak yang kumat isengnya ini untuk menjaga diri dari menggoda yang kelewat batas. Biasanya sih cuma nyengir dan ga lama mereka semua akan kembali lagi bermain. 

Tapi Alhamdulillah nya belum pernah berantem fisik, kalo nyolek2 trus pura2 ketendang, pura2 ngedorong sih suka, tp biasanya berakhir ketawa2 lagi tuh. Kalau orang luar melihat mungkin agak shock, ini anak smua heboh2, ga bisa diem, mainannya terkesan agak kasar , tapi dilain pihak akan terasa betapa mereka begitu kompak dan saling melindungi. Dan bukankah itu yang memang ingin kita capai, bahwa bersaudara harus memiliki rasa sayang dan saling melindungi.
Bagaimana peran orang tua dalam memupuk rasa sayang dan saling melindungi. Mulai sejak sang adik ada dalam rahim. Libatkan sang kakak dalam segala hal, minimalisasi kemungkinan rasa cemburu dan persaingan, dan tidak lupa ucapkan terus betapa kita sebagai orangtua selalu sayang pada setiap anak yang ada, peluk dan cium mereka di setiap saat yang bisa, yakin kan mereka bahwa cinta kita karena Allah, mereka tumbuh atas kehendak Allah, besar karena Allah, memcari bekal karena Allah , dan kembali kepada Allah dengan menjadi pertanggungan jawab orangtua dan memberi manfaat bagi kemudahan orangtua di akhirat kelak. 

Mudah2an bocah2ku adem ayem terus ah, saling menyayangi, melindungi, menjadi contoh yang  baik untuk semua... AAmiin ..

~~~~~~~

Apapun yang dia lakukan, 
Dia tetap adikku..
(ghi,2012)

Perjalanan Sayang kakak beradik Jan 19, '12 6:42 PM


mas abang waktu kecil 

Hari ini mas Ghi dan Bang Ican ada tour ke Mekarsari dari skolahnya. Semua persiapan sudah dilakukan dari malam sebelumnya. Mereka antusias karena telah diinformasikan run down acara selama disana.

Sebetulnya sudah berulang kali kami sekeluarga berkunjung ke Mekarsari, namun memang mungkin sensasinya akan berbeda jika dilakukan bersama teman dan guru-gurunya. Selain sudah menjadi kalender sekolah tahunan, maka kesempatan ini juga mengasah kemandirian mereka saat berada di alam bebas, berinteraksi dengan lingkungan luar.

Selama kegiatan sekolah, memang orangtua tidak diijinkan mengikutinya, kecuali beberapa orang volunteer yg bertugas menjaga anak2 yg relatif belum mandiri. Aku sendiri sih ga masalah, karena kalau ortu kudu ikut berarti kan hrs ada dana besar lagi untuk pergi seperti ini.

Saat ini aku melihat betapa mas Ghi sangat menyayangi adiknya, beberapa item perlengkapan yang harus dibawa, dipersiapkan oleh mas Ghi. Handuk, sabun, shampo, plastik, baju ganti, smua disiapkan mas ghi, adeknya cuma disuruh masukin ke tas nya saja. Aku yang ada di kamar cukup memperhatikan kesibukan mereka menyiapkan kebutuhan mereka sendiri. 

Pagi tadi tugasku menyiapkan bekal untuk snack dan makan siang mereka, ada stock somay, tinggal dihangatkan . Makannya cuma bisa kornet campur kentang+telor, karena stok sayuran abis dan belom sempat ke pasar. Semua beres, dan berpamitanlah mereka. Karena ada instruksi supaya anak dibekali uang 15rb untuk membeli buah2an disana, aku siapkan uang masing2 dalam amplop. Saat aku serahkan, mereka menolak, dan dengan lembut mas Ghi berucap supaya aku simpan saja uang itu untuk belanja makan, karena mereka sudah bawa uang dari tabungan mereka. Hiks terharu banget... Saat aku paksa supaya mereka simpan saja uang tabungannya, mereka bersikukuh untuk hanya menggunakan uang mereka. Ya sudahlah... 

kalo jalan ke sekolah begini nih, gandengan smbl ngobrol 

Kegiatan mereka sepertinya berkeliling area perkebunan, dilanjutkan outbond dan menanam padi+memandikan kerbau. Mereka tiba kembali ke sekolah pukul 4.30.. Cukup melelahkan pastinya perjalanan mereka.

Mereka kembali dengan membawa topi caping dan wajah ceria walau terlihat lelah. Seraya mengeluarkan pakaian kotor, mereka bercerita kegiatan mereka. Dan mereka mengeluarkan kantong plastik berisi anggur hasil belanjaan mereka.
"Ini anggur mas beli untuk ibu, tapi cuma sedikit bu, padahal harganya 15rb! Kalo apel 12 ribu dapatnya cuma 3, nanti ade , bapak ga kebagian dong, jd mas beli anggur aja, biar bisa dimakan bersama"

Huaaaaa terharu banget, melihat mereka berdua mengeluarlan anggur, mencucinya, meletakkan di piring dan menyajikan di hadapanku.

"Ayo bu, kita makan bareng2, nanti yang punya abang kita sisain buat bapak dan mba Putri"

Dengan senyum haru, aku makan anggur pemberian mereka dan tak lupa aku ucapkan terimakasih atas perhatian dan pemberiannya. seraya aku tanyakan apa yang terjadi saat tour tadi.

Abang ican : "bu, tadi abang kan haus, minuman jus yang ibu bawain abis, trus mas ghi beliin abang es krim dong"

Mas ghi :"iya bu, tapi disana harganya mahal, jd lima ribu, ya udah mas beli 2 buat mas dan abang, kasian abang cape kepanasan."

Ibu: " emang mas masih ada uang? Tadi kan cuma bawa 15rb"

Mas GHi: "engga bu, tadi mas bawa 25rb, sisa uang mas, mas ga beli apa2 lagi kok, uang mas juga udah abis"

Abang ican : " iya bu, soalnya temen2 abang pada jajan, abang panas banget pengen es krim, untung mas bawa uang, makasih ya mas "

Dan aku tak kuasa berkata ...


⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊

Ada haru terasa tatkala melihat mereka bersaudara saling menyayangi dan melindungi. Yang satu mengisi yang lain, saling mengingatkan, saling memberi, saling memperhatikan.
Hal terindah dari seorang ibu, melihat anak2 tumbuh dalam cinta dan sayang. Smoga begitu selamanya....

Sakit Jan 6, '12 11:37 PM


Hari ini total aku mengurus mas Ghi, sejak semalam dia muntah dan buang air terus menerus. Sedih melihat dia bolak balik ke kamar mandi, menahan sakit di perutnya sedangkan  aku tiada mampu berbuat apa apa. 

Entah apa yang dimakannya, yang kemudian baru diketahui kemungkinan berasal dari tape ketan hitam yang dimakan kemarin. Mungkin kualitas tape ditambah kondisi fisiknya yang sedang kurang bagus menjadikan perutnya berontak, racunnya bekerja dan tubuhnya menolak semua itu.
Aku tahu guideline terhadap sakit ini, tapi tetap saja, menatap, mendengar anak ku bolak balik kamar mandi, mengeluarkan seluruh isi perutnya, aku panik, aku bingung, dan tetesan air mata mengalir berharap Allah memberi kesembuhan padanya. 

Minum dan terus minum yang aku mintakan kepada ghi, walau tak lama dia kembali muntah, tapi aku berharap dia tidak sampai mengalami dehidrasi .

Kini dia terkulai lemas, tidur disampingku, aku tak berani memejamkan mata , sesekali ku tatap wajahnya yang sangat cepat menjadi tirus, ya Allah... sembuhkanlah dia, lindungilah anakku ya Allah.

Siang tadi fadhl pun mulai buang air,  aku terus kasih minum dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, smoga tidak ada yang buruk terjadi pada kami.

Kami sadar, ini adalah cobaan atas diri kami, satu harapan kami, kuatkanlah kami ya Allah, tetapkanlah kami selalu berada di jalanMu, jangan jadikan kami manusia yang berpaling daripadaMu hanya karena ujian yang Engkau timpakan pada kami.

Lelah letihku tiada arti tatkala aku menatap buah hatiku terkulai lemah... sembuhlah nak... kuatlah...

Ibu menyayangi kalian..
..

Jari Tengah Sep 22, '10 7:50 PM


Saat Mau shalat Ied 
Hari ini saya mendapat teguran keras dari seseorang lantaran saya memajang foto anak anak yang salah satunya be
rgaya satu jari tengah menunjuk ke depan. Jujur saya tidak memperhatikan itu sebelum di tegur. Teguran keras itu cukup membuat saya shock, karena terkesan menuduh, entah tuduhan bahwa anak saya liar, saya yang kurang memberikan didikan etika kepada anak saya, atau apalah yang intinya saya salah mengasuh mereka. Ya memang itu hanya kesan yang saya dapat, namun cukup untuk membuat saya merenungkan, salah siapakah ini.
Lalu saya membuka file foto anak saya itu, anak lelaki berusia 7 tahun , dan yang saya dapati adalah gaya seorang anak dengan berbagai gaya heroik seperti tokoh hero pujaannya. Entah bergaya ultraman dengan posisi tangan
 mengepal, atau bergaya naruto dengan tangan didepan dan ancang ancang kaki , atau bergaya tangan mengepal atau jari membentuk gaya "metal" , atau jari yang menunjuk ... Nah untuk pose jari yang menunjuk, saya temui tidak hanya jari tengah saja, tapi berbagai pose dengan menampangkan jari yang berbeda, terkadang jempol, telunjuk, tengah, kelingking, namun yang jarang emang jari manis, karena agak susah membuatnya bergaya, padahal namanya sudah manis ya
....
Mas Ghi dgn gayanya
Ada suatu kelegaan di hati saya, bahwa artinya anak saya tiada bermaksud buruk dengan gaya nya itu. Dia hanya bergaya sesuai keinginannya, sesuai pose yang dia nyaman saat itu. Lalu salah siapa yang menyangka bahwa itu adalah tindakan asusila , mengacungkan jari tengah, dilakukan oleh anak 7 tahun ?  Salah saya kah ? anak brutalkah ?
Siapa yang menjadikan tanda  bahwa kalau menunjuk jari tengah adalah ungkapan kasar dan kotor ? siapa yang menjadikan tanda bahwa kalau menunjuk jari jempol artinya mantap ?
siapa yang menjadikan tanda bahwa kalau menunjuk jari telunjuk  artinya menunjuk ?
siapa yang menjadikan tanda bahwa kalau menunjuk jari kelingking  artinya berbaikan ?
Ya itu hanyalah tanda yang diciptakan karena kebiasaan. Lalu apakah setiap anak kecil mengerti akan maksud semua istilah itu ?
Lalu saya  bertanya kepada anaksaya  itu, dengan kelembutan yang sebisa mungkin saya coba berikan. Saya tanyakan, kenapa gayanya kok seperti jagoan, dan dengan kepolosan dia hanya berkata , ya kan keren bu .. Lalu saya tanya, kenapa menunjuk pake telunjuk, dan dia menjawab 'kan aku keren'  ....
Lalu saya coba alihkan kepada pose jari tengah yang mengacung tersebut, 'kenapa menunjuknya pakai model ini ? '  dan dia hanya menjawab ' ya kayak jagoan2 aja bu, keren banget , jadi macho'
See ? tidak ada maksud lain dari dirinya kecuali bergaya dan bergaya .. Namun kita sebagai orang dewasa yang sudah mengerti seakan menjudge bahwa moral anak anak kita sudah bejat... Salah siapa ?
Lalu jika saya harus meluruskannya, saya harus bilang apa , jika dia bertanya kenapa jari tengah tidak boleh di acungkan , sementara semua jari mempunyai hak yang sama untuk di tonjolkan ?

Bersama si tengah ... Sep 7, '10 1:03 PM

Sejak kemarin entah mengapa, mas Ghi uring uringan terus, kelakuannya ga jelas, sebentar godain adeknya, sebentar teriak teriak, sebentar bete , ga mau sahur, makan buka males2an,yang ga kuat itu ya cara dia mengganggu adeknya. Haduuhhh di omelin rasanya kok ya dia terus yang di tegur, mo didiemin tapi dia makin menjadi ... akhirnya ya di diamkan juga dengan hukuman sekedarnya . Berpengaruh kah , ya ga juga sih, dia malah jadi diam dan malas ngomong apa apa.

Kalau udah begini, aku udah ngerti deh, bahwa dia lagi cari perhatian , padahal rasanya menurut versiku sih, perhatian kami akhir2 ini ya sama aja buat semua, malah kepada dia agak berlebih , mengingat dia bulan Ramadhan ini puasa full time dan shalat rajin . Reward selalu kami berikan, keinginan menu berbuka selalu kami tawarkan , tapi yaa ada aja lah alasannya untuk sekedar ingin dekat dengan ibunya.

Kemarin, Selasa, Mas Ghi mulai lagi berulah, malas sekali dia buat sahur, padahal dia sudah membuka mata , tapi buat bangun , duduk malasnyaaa minta ampun. Aku ngalah, aku ambil nasi dan lauk dan berusaha membujuk dengan menyuapi nya. Dia masih tidak bergeming, diaaaammm aja. Lama lama kesel juga lah , disuruh minum ga mau (padahal udah di bawain), di suapin ga mau, disuruh cuci muka ga mau, dia tetap aja tergolek tiduran di kasur depan tivi dengan mata melek, tapi mulut manyun ga jelas mau nya apa. 

Aku dan bapaknya terus merayu, dari pelan sampai akhirnya emosi juga dan nyerah ... Ya udah ga sahur berarti ga puasa, dan yang rugi adalah mas sendiri, padahal puasa mau berakhir. Masih diam dan sampai adzan subuh dia tetap tidak bergeming .. diam tidak jelas..

Hari itu aku kebetulan  jaga toko, dan anak anak terpaksa kami bawa semua, dan saat waktunya anak anak pulang, kembali mas Ghi tidak bergeming, diam saja dan enggan untuk pulang . Aku merasa dia memang ingin berdua dengan aku, dan aku mengijinkan dia untuk menemaniku di toko hari itu, mudah2an kebersamaan kami hari itu bisa membuka dirinya sedikit .

Berdua bersama mas Ghi memang menyenangkan, banyak cerita dari dia tentang teman, sekolah, dan lainnya, namun yang masih susah aku korek adalah perasaannya . Apa yang menyebabkan kelakuan anehnya beberapa hari ini, dia selalu mengelak dan mengalihkan pembicaraan jika aku mulai bertanya tentang hal itu. Dan aku tentu saja tidak bisa memaksa nya, namun kesimpulanku adalah bahwa dia memang ingin mencari perhatianku saja.

Sepulang dari toko, dia sudah ceria kembali, shalat tanpa harus di tegur, dan pagi ini dia sahur dengan ceria dan tanpa tangisan atau ambekan. Yaaa  memang ada waktunya tiap anak berulah, dan tiap ulah nya pada intinya adalah satu, mencari perhatian dari orangtuanya.
Alhamdulillah kami masih memiliki kepekaan untuk bisa sedikit memberi keadilan waktu bagi mereka, dan satu keinginan kami adalah agar mereka tahu bahwa tidak ada sedikitpun dari diri kami untuk membeda bedakan antara anak satu dan yang lain dan bahwa cinta kami kepada mereka sama besarnya, dan semua hanya karena Allah semata.

Ya begitulah anak anak, dengan sikap, sifat, tingkah dan prilaku yang selalu tidak di sangka. Hari ini baik ,besok bisa tidak jelas, sekarang senyum, nanti bisa menangis ... Yaaa liku liku membesarkan anak...